LEGENDA GUNUNG KELUD
Ceritanya hari ini ane bingung mau ngisi ape di blog, jadi
sepulang bersih-bersih sekolah yang terkena material vulkanik Gunung Kelud,
nonton TV, makan siang ehh belum nemu juga inspirasi. Tapi ane gak nyerah,
akhirnya ane paksa jam tidur siang ane dipake buat nulis blog.Dan akhirnya ane
punya inspirasi. Yakni, membahas mitos dan legenda Gunung Kelud.
Sebelum kita ngosip tentang Gunung Kelud, kita berdo’a dulu
agar orang-orang korban Gunung Kelud*termasuk ane* senantiasa diberi kekuatan
dan ketabahan dalam menjalani ujian ini. AMIINN......
Usut-usut benang kusut, sebenernya Gunung Kelud menyimpan legenda tentang penolakan cinta yang haru biru dan mendayu-dayu sampai air mata menetes
bagaikan Selokan mampet.
Seorang wanita cantik
yang diperebutkan dua orang pria
Pada zaman dahulu kala, hidup seorang putri cantik bernama
Dewi Kilisuci. Putri tersebut adalah anak dari Jenggolo Manik. Satu hal yang
paling terkenal dari Dewi Kilisuci adalah kecantikan wajah yang luar biasa.
Tidak banyak pria berani mendekati atau melamar Dewi Kilisuci, tetapi ketika
masanya tiba, datang dua orang raja yang melamarnya.
Dua raja ini punya kekuatan luar biasa, namun mereka tidak
berasal dari bangsa manusia. Seorang raja memiliki kepala lembu bernama Raja
Lembu Suro, dan raja lainnya berkepala kerbau bernama Mahesa Suro. Dalam
kondisi seperti itu, Dewi Kilisuci jelas bingung. Dengan wajah yang cantik
jelita, dia berpikir untuk menolak dua orang raja yang tidak sebanding dengan
kecantikannya.
Sayembara Membuat Dua
Sumur di Puncak Gunung Kelud
Sama seperti legenda pada umumnya, Dewi Kilisuci melakukan
sayembara untuk kedua raja tersebut. Barang siapa yang sanggup membuat dua
sumur di puncak Gunung Kelud, maka dialah yang layak memperistri Dewi Kilisuci.
Dua sumur itu harus memiliki aroma yang berbeda, yang satu harus berbau amis,
dan yang satu harus wangi.
Dengan kesaktian yang luar biasa, dua raja menyanggupi dan
berhasil membuat dua sumur yang diminta oleh Dewi Kilisuci. Putri cantik ini
kembali berpikir, bagaimana cara menolak lamaran keduanya. Dia tidak ingin
menikah dengan salah satu dari mereka. Akhirnya Dewi Kilisuci meminta dua raja
itu masuk ke dalam sumur untuk memastikan apakah aromanya amis dan wangi.
Penolakan Cinta Yang
Berakhir Kutukan Mengerikan
Dengan rayuan Dewi Kilisuci, dua raja itu bersedia masuk ke
dalam sumur yang sangat dalam. Ketika keduanya sudah berada di dalam, Dewi
Kilisuci meminta prajurit Jenggala untuk menimbun dua raja tersebut dengan batu
besar, hingga keduanya meninggal. Namun, sebelum tewas di dalam sumur, Raja
Lembu Suro memberi kutukan akibat tindakan Dewi Kilisuci.
"Yoh, wong Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing
makaping kaping yoiku. Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung
bakal dadi Kedung."
"Wahai orang Kediri, suatu saat akan datang
pembalasanku yang sangat besar. Kediri akan menjadi sungai, Blitar akan menjadi
daratan, dan Tulungagung akan menjadi danau."
Dengan adanya legenda tersebut, warga masyarakat di lereng
Gunung Kelud sering membuat sesaji untuk menolak bencana akibat sumpah kutukan
tersebut. Sehingga sampai saat ini sering dilakukan Larung Sesaji yang diadakan
setahun sekali pada tanggal 23 bulang surau oleh masyarakat Sugih Waras.

0 komentar:
Posting Komentar