FENOMENA HARVEST MOON
Pernah denger Harvest moon?
Pasti pikiran ente ke Game Harvest Moon yang menanam padi ato ngurusin hewan ternak. Kalau ente suka game ini, ente pasti seide sama temen kost ane. Buat yang asing sama game ini bisa search di Google. Dijamin seru !#katanya yang demen ma game ini, kalo ane gak.
Disini kita gak bakal ngomongin game tapi kita bakal kupas habis apa itu Fenomena Harvest Moon.
Harvest moon kalau diterjemahin ke Bahasa Indonesia adalah bulan yang muncul saat panen. Bulan yang dimaksud adalah bulan purnama yang terdekat dengan equinox musim gugur. Istilah ini lebih dikenal bagi penduduk belahan bumi utara. Dimana pada saat lampu belum ditemukan, Harvest moon membantu petani dapat bekerja lebih lama ketika musim panen. Dengan bayangan sinar matahari di barat dan terbitnya bulan di timur mampu menerangi sawah sepanjang malam.
Siapa yang menamai Harvest Moon?
Kata Harvest Moon dipopulerkan di awal abad 20 dengan lagu berikut :
Shine On Harvest Moon
By Nora Bayes and Jack Norworth (1903)
By Nora Bayes and Jack Norworth (1903)
Shine on, shine on harvest moon
Up in the sky,
I ain’t had no lovin’
Since January, February, June or July
Snow time ain’t no time to stay
Outdoors and spoon,
So shine on, shine on harvest moon,
For me and my gal.
Apakah Harvest Moon lebih besar, lebih bercahaya, atau lebih berwarna dari bulan pada umumnya? Harvest Moon hanyalah bulan purnama biasa. Mungkin anda berpikir bahwa bulan ini lebih besar, lebih bercahaya, atau lebih berwarna. Kenapa?
Kenyataan bahwa dalam beberapa bulan, orbit bulan purnama berada dekat dengan bumi jadi terlihat Nampak lebih besar. Tetapi jarak purnama tergantung pada posisi orbit bulan. Jadi, tidak ada korelasi peristiwa Harvest Moon dan posisi orbit lokasi bulan yang setiap tahunnya berbeda. Pada tahun 20113 Harvest Moon berada pada jarak yang lebih dekat dari rata-rata ukuran purnama. Untuk 2013 purnama terbesar terjadi pada 23 Juni lalu yang dikenal dengan istilah Supermoon.
Mungkin anda masih membayangkan jika Harvest Moon terlihat lebih besar atau lebih terang atau lebih jingga. Ini karena Harvest Moonmempunyai sesuatu kekuatan mistik. Banyak orang yang memperhatikan sesaat setelah matahari terbenam, bulan akan nampak dekat dengan cakrawala. Posisi inilah yang membuat Harves Moon maupun bulan purnama lainnya-terlihat besar dan berwarna jingga.
Warna jingga tersebut akibat dari efek fisika. Ketika anda melihat cakrawala, kamu akan melihat atmosfer yang lebih tebal daripada melihat ke atas. Atmosfer menghamburkan cahaya biru, itu sebabnya langit terlihat biru. Semakin besar ketebalan atmosfer ke arah cakrawala yang menyebarkan cahaya biru, memungkinkan cahaya merah melewati mata. Jadi bulan dekat horison mengambil rona kuning atau oranye atau kemerahan.
Apakah yang spesial dari Harvest Moon? Secara rata-rata bulan mengalami keterlambatan terbit sekitar 50 menit setiap harinya. Namun ketika purnama dekat dengan ekuinoks musim gugur, bulan pada belahan bumi utara terbit hanya 30-35 menit lebih lambat dari hari sebelumnya setelah Harvest Moon. kenapa? Alasannya adalah ekliptika atau orbit bulan yang membuat orbit sempit dengan cakrawala malam saat ekuinoks musim gugur.
Harvest Moon pada tahun 2013 terjadi pada 19-20 September 2013. Dengan puncak bulan purnama terjadi pada 19 September 2013 pukul 19:13 WITA. Harvest Moon tidak lebih cerah, lebih bercahaya, dan berwarna jingga daripada bulan purnama yang lain, tetapi merupakan hal yang spesial karena pada saat tersebut, belahan bumi utara, waktu terbit bulan antara satu malam ke malam berikutnya lebih singkat daripada biasanya.

0 komentar:
Posting Komentar